CNusantaranews|Jakarta, 25 Juni 2026 – PT Verona Indah Pictures Tbk menggelar Public Expose Tahun 2026 di Hotel Mercure Grogol, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2025, prospek industri hiburan nasional, serta strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan dalam beberapa tahun mendatang.
Bedy Kunady Komisaris Utama PT Verona Indah Pictures Tbk menyampaikan bahwa Perseroan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan produksi konten yang telah berpengalaman menghasilkan ribuan episode sinetron untuk berbagai stasiun televisi nasional. Sejak berdiri pada tahun 2010, Verona Indah Pictures telah memproduksi sekitar 4.000 hingga 5.000 episode sinetron dan program televisi yang tayang di berbagai jaringan televisi Indonesia.
Beberapa judul yang sukses diproduksi antara lain Suami Pengganti, Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Samudra Cinta, Takdir Cinta yang Kupilih, Catatan Hati Perempuan, serta sejumlah judul lainnya yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Selain produksi televisi, Perseroan juga terus memperluas bisnis ke sektor film layar lebar dan platform digital. Pada tahun 2025, Verona berhasil memproduksi lima judul film dan menayangkan satu film di bioskop nasional. Tahun 2026, Perseroan menargetkan penayangan beberapa film baru, termasuk film “Dan Bandung” yang dijadwalkan tayang pada 20 Agustus 2026. Film tersebut disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diangkat dari kisah yang terinspirasi dari salah satu ikon wisata populer di Kota Bandung.
Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp706 miliar pada tahun 2025. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Verona tetap mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp5 miliar. Sementara itu, total aset Perseroan meningkat dari Rp541 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp551 miliar pada tahun 2025. Total ekuitas juga mengalami kenaikan dari Rp523 miliar menjadi Rp578 miliar.
Manajemen menilai prospek industri film nasional masih sangat menjanjikan. Data menunjukkan jumlah penonton bioskop terus meningkat dari 54 juta penonton pada 2022, menjadi 60 juta pada 2023, 80 juta pada 2024, dan mencapai sekitar 90 juta penonton pada 2025. Tren tersebut menjadi peluang besar bagi Verona untuk memperluas bisnis di sektor film layar lebar dan platform Over The Top (OTT).
Perseroan juga melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal sebagai momentum penting bagi pertumbuhan industri kreatif nasional. Saat ini, film-film Indonesia semakin mendominasi layar bioskop dan mampu bersaing dengan film impor.
Untuk mendukung pertumbuhan usaha, Verona menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperkuat kerja sama dengan platform digital dan mitra strategis, meningkatkan kualitas konten, memperluas pemasaran dan branding perusahaan, serta mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten.
Selain itu, Perseroan tengah mengkaji peluang pengembangan konten baru seperti micro drama, mini series, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan perilaku penonton dan perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.
Dalam aspek keberlanjutan, Verona menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan memperhatikan aspek lingkungan dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pra-produksi, produksi hingga distribusi konten.
Manajemen optimistis bahwa pertumbuhan industri hiburan nasional, khususnya sektor film dan konten digital, akan terus berlanjut. Dengan pengalaman panjang di industri kreatif dan strategi ekspansi yang terukur, PT Verona Indah Pictures Tbk yakin mampu meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.
Public Expose 2026 juga menegaskan bahwa seluruh dana hasil penawaran umum yang diperoleh Perseroan sebesar Rp218,72 miliar telah direalisasikan 100 persen sesuai dengan rencana penggunaan dana yang tercantum dalam prospektus perusahaan
Reporter Sri Supraptiningsih

