BKPRMI Tegaskan Peran Strategis Pemuda Masjid dan Desak Kesejahteraan Guru Ngaji demi Ketahanan Bangsa di RAPIMNAS 2026

BKPRMI Tegaskan Peran Strategis Pemuda Masjid dan Desak Kesejahteraan Guru Ngaji demi Ketahanan Bangsa di RAPIMNAS 2026

Cnusantaranews.com / Jakarta – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada Kamis (14/5/2026). Dalam forum strategis yang berlangsung selama dua hari ini, BKPRMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda masjid sebagai garda terdepan stabilitas sosial, sekaligus mendesak adanya perhatian serius negara terhadap kesejahteraan guru ngaji di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia,” RAPIMNAS 2026 dihadiri oleh pengurus wilayah dari 34 provinsi, tokoh masyarakat, perwakilan kementerian dan lembaga negara, serta mitra strategis organisasi. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi nasional menjelang satu abad perjalanan BKPRMI pada tahun 2027.

Ketua Umum DPP BKPRMI, H. Nanang Mubarok, SHI, M.Sos, menyatakan bahwa keberadaan pemuda masjid dan guru ngaji bukan sekadar elemen pelengkap kegiatan keagamaan, melainkan pilar utama dalam membangun karakter bangsa.

“RAPIMNAS ini bukan sekadar agenda organisasi biasa, tetapi merupakan forum perjuangan. Kami ingin memastikan bahwa negara memberikan perhatian serius kepada pemuda masjid dan guru ngaji, karena mereka memiliki kontribusi masif dalam menjaga moral generasi muda dan ketahanan nasional,” ujar Nanang Mubarok dalam sambutannya.

Nanang menekankan bahwa BKPRMI sedang merumuskan arah strategis organisasi agar tetap relevan dan berdampak luas hingga perayaan satu abad nanti. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat peradaban dan solusi bagi masalah sosial kemasyarakatan.

Perjuangan Nyata Kesejahteraan Guru Ngaji

Salah satu fokus utama dalam RAPIMNAS kali ini adalah isu kesejahteraan tenaga pendidik Al-Qur’an. Said Aldi, Pengurus BKPRMI, menyoroti disparitas kesejahteraan ustaz dan ustazah di berbagai daerah. Meski banyak yang mengabdi dengan ikhlas, tidak sedikit guru ngaji yang masih menerima insentif minim atau bahkan tanpa jaminan sosial yang memadai.

“Para ustaz dan ustazah adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membina generasi Qurani. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kesejahteraan mereka masih sangat beragam. Di beberapa daerah, pemerintah sudah mulai bergerak, namun di banyak tempat lain, mereka masih berjuang dalam keterbatasan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Said Aldi.

Said Aldi menginstruksikan seluruh pengurus BKPRMI di tingkat daerah untuk aktif melakukan advokasi kepada pemerintah daerah masing-masing guna meningkatkan anggaran dan perhatian bagi guru ngaji. Ia juga mengenang keberhasilan BKPRMI saat pandemi COVID-19 lalu, di mana organisasi ini berhasil memperjuangkan bantuan operasional bagi puluhan ribu Taman Kanak-Kanak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKTPA) yang terdampak penghentian kegiatan tatap muka.

“Kami membuktikan bahwa ketika kita bersuara lantang dan terorganisir, negara akan mendengar. Alhamdulillah, saat itu puluhan ribu TKTPA mendapatkan bantuan. Spirit perjuangan ini harus terus dilanjutkan untuk kesejahteraan guru ngaji secara berkelanjutan,” tambahnya.

Penguatan Karakter Melalui FASI dan Kolaborasi Lintas Sektor

Selain isu kesejahteraan, RAPIMNAS 2026 juga menekankan pentingnya program pembentukan karakter generasi muda, khususnya melalui Festival Anak Soleh Indonesia (FASI). Program ini dinilai efektif sebagai sarana syiar Al-Qur’an dan penanaman nilai-nilai moral Islam sejak dini di tengah tantangan era digital.

Hadirnya perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga negara dalam forum ini menunjukkan adanya keterbukaan pemerintah untuk berkolaborasi dengan BKPRMI. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih inklusif terhadap peran organisasi kepemudaan berbasis masjid dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menutup sambutannya, pimpinan BKPRMI mengajak seluruh kader, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk menjaga soliditas organisasi. Mereka diserukan untuk terus memperkuat pengabdian sosial keumatan, sehingga BKPRMI dapat terus menjadi benteng ketahanan nasional dan melahirkan generasi Indonesia yang Qurani, cerdas, dan berintegritas.

RAPIMNAS BKPRMI 2026 dijadwalkan berlanjut hingga Jumat, 15 Mei 2026, dengan sejumlah agenda kerja dan perumusan rekomendasi kebijakan untuk diserahkan kepada pemangku kepentingan terkait.

(Red/ Sri.S)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *