BANYUASIN III, CITRA NUSANTARA NEWS — Musyawarah Dusun (MUSDUS) di Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, menjadi forum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat untuk penyusunan program pembangunan desa Tahun Anggaran 2027.
Sejumlah kebutuhan masyarakat disampaikan dalam musyawarah tersebut. Dua persoalan yang mendapat perhatian adalah kebutuhan penerangan jalan serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memasuki musim kemarau.
Kepala Dusun 1, Rozali, mengusulkan agar pemasangan tiang listrik PLN sepanjang jalur dari Desa Petaling menuju kawasan makam Pak Mendalam dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Menurutnya, penerangan di jalur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga yang melintas pada malam hari.
«“Kami mohon agar usulan ini dijadikan prioritas. Jalur dari Desa Petaling sampai ke Kuburan Pak Mendalam sangat memerlukan penerangan. Pemasangan tiang PLN diharapkan dapat menerangi jalan sehingga warga merasa lebih aman,” ujar Rozali.»
Selain persoalan penerangan, masyarakat juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi ketika musim kemarau.
Hoiri, M.Pd., selaku perwakilan masyarakat, meminta agar program pencegahan Karhutla dapat dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027.
«“Bagaimana pencegahan api kebakaran hutan saat musim kemarau? Apakah program pencegahannya dapat dimasukkan ke dalam RKPDes? Hal ini sangat penting demi keselamatan lingkungan dan warga Desa Petaling,” ungkap Hoiri.»
Menurutnya, pencegahan harus menjadi perhatian sejak awal dan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Sosialisasi kepada masyarakat serta koordinasi dengan unsur terkait dinilai penting untuk meminimalisir risiko kebakaran.
Sementara itu, Wakil BPD Desa Petaling, Eli Azhar, menegaskan bahwa MUSDUS merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan skala prioritas pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan desa.
“Semua usulan yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan. Nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas sebelum masuk pada tahapan Musyawarah Desa,” jelas Eli Azhar.
MUSDUS tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek keamanan, kenyamanan, dan perlindungan lingkungan.
Warga berharap usulan penerangan jalan serta program pencegahan Karhutla dapat mendapat perhatian serius dan menjadi bagian dari program prioritas Desa Petaling pada Tahun Anggaran 2027.
Partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan juga diharapkan terus diperkuat agar penggunaan anggaran desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Red/Naz))

