PALEMBANG, CITRA NUSANTARA NEWS – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan, Kota Palembang, mulai menjadi sorotan menjelang rencana pembakaran perdana yang dijadwalkan pada 10 September 2026.
Hingga saat ini, sekitar 600 ton sampah disebut telah masuk ke fasilitas PSEL. Jumlah tersebut menjadi perhatian dalam agenda reses anggota DPRD Kota Palembang Dapil VI yang meninjau langsung kondisi fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Rencananya, pada pembakaran perdana nanti volume sampah yang akan diproses ditargetkan mencapai sekitar 1.000 ton.

Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait kesiapan fasilitas, terutama karena produksi sampah Kota Palembang setiap harinya disebut mencapai sekitar 1.260 ton. Sementara kapasitas pengolahan PSEL berada di kisaran 800 hingga 1.000 ton per hari.
Artinya, masih terdapat potensi sampah yang tidak seluruhnya dapat masuk ke fasilitas PSEL apabila produksi sampah harian berada pada angka maksimal tersebut.
Sorotan juga mengarah pada kesiapan sistem pengolahan, pengendalian dampak lingkungan, hingga mekanisme pengelolaan residu setelah proses pengolahan berlangsung.
DPRD Kota Palembang menilai keberadaan PSEL diharapkan mampu menjadi salah satu solusi persoalan sampah yang selama ini dihadapi Kota Palembang. Namun, pelaksanaannya tetap harus dipastikan memenuhi standar keselamatan dan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Dengan semakin dekatnya jadwal pembakaran perdana, publik tentu menunggu kepastian bahwa seluruh tahapan operasional PSEL benar-benar telah siap, bukan hanya dari sisi teknis pengolahan sampah, tetapi juga dari aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Pertanyaan lainnya adalah bagaimana strategi pemerintah daerah menangani sampah yang melebihi kapasitas PSEL setiap harinya serta bagaimana memastikan proses pengolahan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Pembakaran perdana pada 10 September mendatang pun diperkirakan menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana fasilitas PSEL Keramasan mampu menjalankan fungsi yang selama ini diharapkan sebagai salah satu solusi persoalan sampah di Kota Palembang.
Media kami akan terus memantau perkembangan operasional PSEL Keramasan, termasuk kesiapan pembakaran perdana dan dampaknya terhadap pengelolaan sampah serta lingkungan di Kota Palembang. (LS)


