
CNusantaranews.com|JAKARTA — Semangat kebangsaan dan pelestarian budaya daerah menjadi bagian penting dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Pembagian Bendera Merah Putih yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyongsong lima abad Kota Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung M.H. Thamrin, Jakarta, tersebut menghadirkan berbagai penampilan seni dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Salah satu organisasi yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah Rangkayo Minang Indonesia yang membawa dan memperkenalkan berbagai unsur budaya Minangkabau, Sumatera Barat.
Dalam wawancara dengan awak media, Ibu Ade Prima Rustam, Bendahara Umum Rangkayo Minang Indonesia mewakili Ibu Dr. Susilawaty selaku Ketua, menyampaikan bahwa keikutsertaan organisasinya tidak hanya bertujuan menampilkan kesenian daerah, tetapi juga menjadi bagian dari misi edukasi dan penguatan masyarakat.
“Harapannya terutama untuk organisasi kita sendiri supaya lebih dikenal, karena visi-misi kita yang edukasi. Biar masyarakat Minang juga ikut,” ujar Ade.
Menurutnya, organisasi memiliki peran untuk mengangkat berbagai potensi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, seni, budaya dan kegiatan yang dapat memberikan motivasi kepada masyarakat.
“Jadi organisasi ini untuk mengangkat bareng-bareng di bidang pendidikan, edukasi orang-orang kita, dan supaya yang lain termotivasi juga,” katanya.
Perkenalkan Seni dan Budaya Minangkabau
Dalam kegiatan tersebut, unsur budaya Sumatera Barat ditampilkan melalui musik tradisional talempong, lagu-lagu daerah serta busana tradisional Minangkabau.
Selain itu, turut diperkenalkan Tingkuluak, yang menjadi salah satu unsur busana tradisional perempuan Minangkabau. Peragaan busana tersebut menjadi bagian dari penampilan budaya yang disaksikan para peserta kegiatan.
Ade menilai forum seperti ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Minangkabau untuk semakin memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Semakin terangkat lagi Minangnya, lebih terkenal dengan kesenian-kesenian, dengan kreasi-kreasinya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat agar budaya daerah tidak hanya dikenal oleh generasi saat ini, tetapi juga dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Angkat Sosok Inspiratif
Dalam perbincangan tersebut, Ade juga menyinggung sejumlah sosok yang dinilai dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat. Salah satu nama yang turut disebut adalah Wilda, sebagai salah satu sosok yang menerima Award 2025 yang diangkat dalam pembicaraan mengenai kiprah dan potensi masyarakat dalam organisasi.
Menurut Ade, pengenalan terhadap sosok-sosok yang memiliki perjalanan dan kiprah di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada anggota maupun generasi muda.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tujuan organisasi untuk tidak hanya menjaga kebersamaan, tetapi juga mendorong masyarakat agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kebudayaan Jadi Perekat Kebangsaan
Kegiatan Silaturahmi Kebangsaan juga memperlihatkan keberagaman Indonesia melalui penampilan budaya dari berbagai daerah. Unsur seni, pakaian tradisional dan kreativitas daerah ditampilkan dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Bagi Bundo Kanduang Rang Chaniago, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa budaya daerah dapat berjalan beriringan dengan semangat persatuan dan kebangsaan.
Ade berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal, menghargai dan memperkenalkan budaya masing-masing.
“Kita juga mengangkat kebudayaan masing-masing daerah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai penampilan budaya dan kegiatan kebangsaan hingga sore hari. Kehadiran Bundo Kanduang Rang Chaniago menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan budaya Minangkabau di tengah masyarakat Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta mendorong masyarakat untuk terus melestarikan budaya dan mengembangkan potensi daerah.
Reporter Sri Supraptiningsih

