CNusantaranews.Com | Gunung Putri, Bogor – Masyarakat Gunung Putri, Kabupaten Bogor, meminta dan berharap aparat penegak hukum kepolisian menindak tegas oknum Human Resource Development (HRD) PT. Simone, Arry Gustian, yang diduga melakukan pemungutan liar (pungli) dengan mematok harga sebesar jutaan kepada calon pencari kerja agar bisa di terima di perusahaan garmen milik warga asing Korea, Kamis (25/06/2026).

Perihal pungutan liar terungkap lewat sebuah chat WhatsApp (WA) dan Voice note yang dilakukan Arry Gustian kepada seseorang yang biasa dilibatkan berinisial (A) di PT. Simone tersebut.
Menurut (A) semuanya di setor dengan sejumlah uang sebesar Rp. 2 juta untuk satu pencari kerja agar bisa diterima di perusahaan garmen milik Korea tersebut.
” Semua orang yang mau diterima harus membayar uang Rp. 2 juta sampai Rp. 4 juta rupiah melalui Arry Gustian selaku HRD,” jelasnya.
Adapun pencari kerja yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sudah tiga kali melamar kerja tetapi tidak diterima.
” Banyak yang melamar pekerjaan, tapi banyak yang gagal, bahkan sudah sempat tiga kali interview gak lolos, tetapi apabila ada orang dalam yang bawa pasti diterima karena mungkin dia berani bayar uang,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp.
Sulitnya mencari pekerjaan, ditambah lagi setiap tahun banyak lulusan baru SMA dan SMK sangat sulit mendapat pekerjaan.
Saat dikonfirmasi oknum HRD melalu chat dan panggilan telepon, tidak merespon bahkan sengaja tidak mau konfirmasi.
Harapannya agar pihak aparat kepolisian menindak tegas oknum yang melakukan pemungutan liar (pungli) yang sudah berjalan sangat lama dan sudah berjamaah di lingkungan pabrik garmen PT. Simone.
(CNN/AY)


