Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling   BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam.   Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya.   “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah.   Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan.   “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono.   Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung.   “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin.   Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat.   Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa.   Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.  Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Polres Banyuasin Gelar Apel Pagi, Kapolres Ajak Personel Tingkatkan Kewaspadaan dan Jauhi Narkoba _*Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel*_ *Banyuasin* – Polres Banyuasin menggelar apel pagi rutin yang dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Banyuasin pada Senin pagi (25/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu diikuti oleh seluruh personel Polres Banyuasin. Apel diawali dengan menyanyikan lagu Mars Polri dan Mars Polda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Tribrata, Catur Prasetya, serta Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Suasana khidmat menyelimuti jalannya apel yang bertujuan membangun kedisiplinan dan soliditas personel. Dalam arahannya, Kapolres Banyuasin menyampaikan sejumlah poin penting. Pertama, beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan pelaksanaan apel pagi yang berlangsung tertib. Kedua, Kapolres Banyuasin secara tegas mengingatkan seluruh personel untuk menghindari segala bentuk pelanggaran, khususnya penyalahgunaan narkoba. “Jauhi narkoba, karena itu merusak masa depan dan institusi kita,” tegasnya. Kapolres menyoroti situasi global terkait ketegangan di Selat Hormuz. Ia memerintahkan seluruh personel Polres Banyuasin agar siaga menghadapi potensi dampak politik dan dinamika yang mungkin terjadi di wilayah Banyuasin. “Kita harus siap. Tingkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap isu-isu yang berkembang, baik di tingkat lokal maupun global,” ujarnya. Terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Kapolres memerintahkan agar patroli rutin digencarkan, baik personel berseragam maupun tidak berseragam . Hal ini sebagai langkah antisipasi dini terhadap gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Banyuasin. Pelaksanaan apel pagi ini berhasil meningkatkan kedisiplinan personel, melatih ketepatan waktu, serta menjadi sarana pengecekan kesiapan dan penyampaian arahan strategis pimpinan sebelum bertugas melayani masyarakat. Selain itu, apel juga menumbuhkan rasa tanggung jawab individu di setiap anggota. Kapolres juga menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pembinaan personel, Ia berharap arahan yang diberikan dapat diamalkan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan apel pagi personel Polres Banyuasin berjalan aman, tertib, dan lancar. “Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini membawa keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Kapolres.

  Polres Banyuasin Gelar Apel Pagi, Kapolres Ajak Personel Tingkatkan Kewaspadaan dan Jauhi Narkoba _*Humas…

Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Gerakkan Masyarakat Desa Langkan Dukung Program Swasembada Pangan Nasional Banyuasin – Dalam upaya mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III, Aipda Winarto Abdul Aziz, menggelar kegiatan himbauan dan penggerakan masyarakat di Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Rabu (20/4/2026) siang. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.45 WIB hingga selesai tersebut difokuskan pada sosialisasi dan penggerakan partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakan Program P2B (Pangan, Peternakan, dan Perikanan Berkelanjutan) guna mendukung visi Presiden RI mewujudkan Swasembada Pangan Nasional. Aipda Winarto Abdul Aziz dengan penuh semangat menyambangi warga Desa Langkan, memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya kemandirian pangan mulai dari tingkat desa. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, mengoptimalkan kegiatan pertanian, peternakan, serta perikanan skala rumah tangga sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. “Hari ini kita gerakkan bersama masyarakat Desa Langkan. Program P2B ini bukan sekadar program, tetapi kebutuhan kita bersama. Mari kita dukung penuh upaya Presiden RI untuk mewujudkan swasembada pangan. Mulai dari hal kecil seperti menanam sayur di pekarangan, beternak ikan dalam kolam sederhana, atau memelihara ayam kampung, semua itu sangat berarti,” ujar Aipda Winarto di tengah kegiatan. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini disambut antusias oleh warga Desa Langkan. Mereka tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan program di lingkungan masing-masing. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di Desa Langkan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada kendala berarti yang menghambat jalannya sosialisasi. Masyarakat pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintah tersebut. Kapolsek Banyuasin III dalam laporannya kepada Kapolres Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. “Kami akan terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar program P2B ini benar-benar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Banyuasin III,” tutup Aipda Winarto.

Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Gerakkan Masyarakat Desa Langkan Dukung Program Swasembada Pangan Nasional Banyuasin –…

KORBAN MENANYAKAN HAMPIR SETAHUN BERLALU, PERKARA BELUM TEMBUS TAHAP P-17, KEJAKSAAN BANYUASIN DIMINTA TINDAK LANJUT PANGKALAN BALAI, 13 Mei 2026 – Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang menjerat I S Birni Sbh, warga Kelurahan Cahaya Berlian, Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga kini masih menggantung. Padahal, sudah hampir satu tahun berlalu sejak penetapan tersangka dilakukan oleh pihak kepolisian, namun perkara tersebut belum juga masuk ke tahap P-17 di Kejaksaan Negeri Banyuasin. Berdasarkan dokumen resmi yang diterima, Surat Ketetapan Penetapan Tersangka bernomor: S. TAP /29/II.RES.1.6/2026/Reskrim atas nama I S Birni Sbbh telah diterbitkan pada tanggal 30 Januari 2025. Artinya, hingga saat ini perkara tersebut sudah berjalan selama kurang lebih 10 bulan lebih, namun belum ada kepastian hukum atau perkembangan signifikan hingga ke meja penuntutan. Dalam surat pemberitahuan penetapan tersangka bernomor: B/29/a/II.RES.1.6/2025/Reskrim tertanggal 1 Februari 2026 yang dikirimkan Kapolres Banyuasin kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin, disebutkan bahwa penyidik Sat Reskrim Polres Banyuasin telah menetapkan I S Birni Sbh sebagai tersangka atas dugaan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun. Dalam dokumen itu juga disebutkan, proses penyidikan telah dilakukan sejak November 2024, didukung Surat Perintah Penyidikan (SPDP) nomor 148/II/RES.1.6/2025/Reskrim tertanggal 6 November 2024, serta melibatkan sejumlah penyidik antara lain Ipda Joko Praksoso, Aipda Mega Tulupusuta, serta Bripda Anggara Putra.,Korban YNS sangat kecewa dalam kasus ini ,karena kami orang dak mampu ,kasus ini seperti di pemain saja,mohon saya minta keadilan,kepala saya pecah ,tapi hampir setahun belum ada kejelasan .”Tegas nya ‘ Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa meski berkas perkara telah dikantongi kepolisian dan tersangka sudah ditetapkan sejak Januari 2025, perkara tersebut belum juga dikirimkan atau diteruskan ke Kejaksaan Negeri Banyuasin untuk dilimpahkan dan ditetapkan tahap P-17 (Pemberitahuan Hasil Penyidikan). Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat maupun pihak korban, mengapa penanganan berjalan sangat lambat padahal dasar hukum dan bukti permulaan sudah cukup kuat. Sejumlah pihak menilai, keterlambatan ini sangat disayangkan dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan hukum, baik bagi korban yang menuntut keadilan maupun bagi tersangka yang berhak mendapatkan kepastian hukum secepatnya. Pasalnya, prinsip peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan sebagaimana amanat UUD 1945 seolah terabaikan dalam kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Banyuasin maupun Polres Banyuasin terkait hambatan atau kendala yang menyebabkan tertundanya pelimpahan berkas perkara ke tahap penuntutan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bekerja lebih profesional dan transparan, agar perkara yang sudah hampir satu tahun ini segera mendapat kejelasan dan diproses sesuai jalur hukum yang berlaku. Pihak terkait diharapkan segera menindaklanjuti berkas perkara Indah Suana Binti Subhan, sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan keadilan dapat ditegakkan bagi semua pihak. Nazarudin

KORBAN MENANYAKAN HAMPIR SETAHUN BERLALU, PERKARA BELUM TEMBUS TAHAP P-17, KEJAKSAAN BANYUASIN DIMINTA TINDAK LANJUT…

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Gerakkan Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel Banyuasin – Dalam upaya mendukung program prioritas Presiden RI di bidang ketahanan pangan, Aiptu Suseno, Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir, menggelar kegiatan himbauan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Bumi Serdang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai tersebut difokuskan pada penggerakan partisipasi warga untuk melaksanakan Program P2B (Pangan, Peternakan, dan Perikanan Berkelanjutan) guna mewujudkan swasembada pangan nasional. Dalam arahannya, Aiptu Suseno mengajak masyarakat Desa Bumi Serdang untuk memanfaatkan lahan pekarangan dan potensi lokal guna meningkatkan produksi pangan mandiri. Ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian dari keamanan nasional yang harus didukung bersama oleh seluruh elemen masyarakat. “Swasembada pangan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua. Mari kita mulai dari lingkungan sekitar, karena ketersediaan pangan yang cukup adalah fondasi utama stabilitas dan kesejahteraan,” ujar Aiptu Suseno di hadapan warga. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di Desa Bumi Serdang terpantau aman dan kondusif. Warga menyambut positif himbauan tersebut dan berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program strategis nasional demi kemandirian pangan Indonesia.

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Gerakkan Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda…

Tindak Tegas Narkoba, Polda Sumatera Selatan Bakar 200 Kg Ganja Hasil Ungkap Ladang 20 Hektare ⠀Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel Banyuasin — Polda Sumatera Selatan menggelar konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja hasil pengungkapan ladang ganja seluas kurang lebih 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Markas Polres Empat Lawang pada Selasa, 19 Mei 2026, tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian kepada publik dalam penanganan perkara narkotika berskala besar. Pemusnahan barang bukti ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-A/05/II/2026/SPKT SAT RES NARKOBA/POLRES EMPAT LAWANG/POLDA SUMSEL tertanggal 13 Februari 2026. Dari hasil penyelidikan mendalam, aparat kepolisian berhasil mengungkap keberadaan ladang ganja siap panen di kawasan Bukit Talang Sungai Udang, Desa Batu Junggul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Dalam perkara tersebut, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan bersama Satresnarkoba Polres Empat Lawang telah menetapkan lima orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam pengelolaan ladang ganja ilegal tersebut. Dua tersangka berinisial RS dan A berhasil diamankan dan saat ini menjalani proses hukum, sementara tiga tersangka lainnya berinisial EA, YA, dan PHR masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu aparat kepolisian. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sembilan karung ganja dengan total berat mencapai kurang lebih 200 kilogram, meliputi delapan karung ganja kering siap edar dan satu karung ganja basah. Nilai ekonomis keseluruhan barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta dan berpotensi merusak ribuan generasi muda apabila berhasil diedarkan ke masyarakat. Langkah pemusnahan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program nasional pemberantasan narkotika sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial masyarakat. Pemusnahan barang bukti dilakukan secara terbuka di hadapan unsur Forkopimda sebagai bentuk penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan prioritas utama kepolisian dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045. “Peredaran narkoba sangat merusak generasi bangsa. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan Scientific Crime Investigation dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengejar jaringan ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Kapolda Sumsel juga menekankan bahwa negara tidak akan memberikan ruang sedikit pun terhadap aktivitas peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Selatan. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral serta meningkatkan pengawasan hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dalam memerangi penyalahgunaan narkotika melalui pemberian informasi yang cepat dan akurat. “Kami memastikan seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan. Namun, keberhasilan pemberantasan narkoba juga membutuhkan dukungan aktif masyarakat dalam memberikan informasi terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. Rangkaian konferensi pers dan pemusnahan barang bukti ganja tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polda Sumatera Selatan memastikan pengembangan jaringan peredaran narkotika dalam perkara ini masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh mata rantai distribusi yang terlibat.

Tindak Tegas Narkoba, Polda Sumatera Selatan Bakar 200 Kg Ganja Hasil Ungkap Ladang 20 Hektare…

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel Banyuasin – Dalam upaya mendukung program strategis Presiden RI di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang, Bripka Rubiansyah, menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Keamanan (P2B) bertajuk ketahanan pangan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Senin (18/5) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.45 WIB hingga selesai tersebut diisi dengan himbauan dan ajakan kepada warga untuk secara aktif berpartisipasi dalam program Swasembada Pangan Nasional. Bripka Rubiansyah menggerakkan masyarakat setempat agar memanfaatkan lahan pekarangan dan potensi lokal guna meningkatkan produktivitas pangan. “Program ini adalah langkah nyata Presiden untuk mewujudkan kemandirian pangan. Sebagai insan kepolisian, kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan hidup masyarakat. Mari bersama kita sukseskan swasembada pangan dari tingkat desa,” ujar Bripka Rubiansyah. Sepanjang pelaksanaan giat P2B tersebut, situasi di Desa Sumber Jaya terpantau aman, tertib, dan kondusif. Warga tampak antusias menyambut himbauan yang disampaikan dan berkomitmen untuk mendukung penuh program nasional tersebut. Kapolsek Muara Telang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh desa binaan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel…

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel Banyuasin – Dalam upaya mendukung program strategis Presiden RI di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang, Bripka Rubiansyah, menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Keamanan (P2B) bertajuk ketahanan pangan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Senin (18/5) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.45 WIB hingga selesai tersebut diisi dengan himbauan dan ajakan kepada warga untuk secara aktif berpartisipasi dalam program Swasembada Pangan Nasional. Bripka Rubiansyah menggerakkan masyarakat setempat agar memanfaatkan lahan pekarangan dan potensi lokal guna meningkatkan produktivitas pangan. “Program ini adalah langkah nyata Presiden untuk mewujudkan kemandirian pangan. Sebagai insan kepolisian, kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan hidup masyarakat. Mari bersama kita sukseskan swasembada pangan dari tingkat desa,” ujar Bripka Rubiansyah. Sepanjang pelaksanaan giat P2B tersebut, situasi di Desa Sumber Jaya terpantau aman, tertib, dan kondusif. Warga tampak antusias menyambut himbauan yang disampaikan dan berkomitmen untuk mendukung penuh program nasional tersebut. Kapolsek Muara Telang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh desa binaan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

  Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional Humas Polres Banyuasin Polda…