Tangerang, cnusantaranews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Tangerang mengapresiasi upaya Pemerintah Daerah dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengganggu ketertiban umum. Namun, organisasi wartawan ini menekankan agar penertiban tidak hanya bersifat pembongkaran, tetapi harus disertai solusi nyata bagi keberlangsungan ekonomi pedagang kecil.
Ketua DPD IWOI Kabupaten Tangerang, Sopiyan, menyatakan bahwa penertiban merupakan langkah positif untuk menciptakan tata ruang yang rapi dan nyaman. Kendati demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk mengutamakan pendekatan humanis.
“Pemerintah memiliki kewenangan menjaga ketertiban, itu patut diapresiasi. Namun, kebijakan tersebut harus dibarengi solusi karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Sopiyan, Rabu (13/5/2026).
Sopiyan menegaskan bahwa mayoritas PKL adalah pelaku usaha mikro yang mengandalkan pendapatan harian untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak. Tindakan represif tanpa alternatif dinilai berpotensi memicu pengangguran dan masalah ekonomi baru, bukan menciptakan ketertiban sosial.
“Jangan hanya dibongkar. Mereka bukan kriminal, melainkan warga yang berjuang menghidupi keluarga. Jika tanpa solusi, dampaknya justru merugikan masyarakat kecil,” tegasnya.
Sebagai rekomendasi, DPD IWOI Kabupaten Tangerang mendorong pemda menerapkan pola penataan berkelanjutan. Beberapa solusi yang ditawarkan meliputi relokasi ke lokasi binaan, penyediaan lapak sementara, pendataan UMKM, serta program pembinaan agar pedagang dapat masuk ke sektor ekonomi formal.
“Harus ada ruang dialog. Libatkan pedagang, dengarkan kebutuhan mereka, dan tentukan lokasi relokasi yang layak agar usaha mereka tidak mati,” lanjut Sopiyan.
Ia juga mengajak peran media untuk menyajikan informasi secara berimbang dan edukatif, bukan sekadar mengejar viralitas. IWOI siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar sinergi pembangunan daerah tetap berjalan tanpa mengorbankan kelompok rentan.
Jurnalis: RA


