Bandaaceh |citranusantaranews — Ketua Umum Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara sekaligus sebagai Pemerhati Sufi Nusantara, YAM Dato’ Kiam Radja TG.Prof.DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D menghadiri acara Pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026) malam.
Ribuan Jamaah hadir dari berbagai daerah tidak hanya di Aceh melainkan jamaah Majelis Pengkajian Tauhid Tassawuf (MPTT) dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya dari Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, hingga dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Brunei Darussalam.
“Sementara perwakilan Ulama Sufi yang hadir dari 13 negara, termasuk Turki, Maroko, Mesir, Palestina, Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan dan Indonesia”.
Jelas Ketua Umum MPTT- Indonesia, Abi Sahal Tastari Waly.
Beliau menegaskan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi menjadi momentum untuk mengangkat kembali ajaran tauhid sufi di Aceh sebagaimana di masa Kesultanan Aceh Darussalam.
“Harapan kami, ajaran sufi kembali berkembang dan diangkat di bumi Aceh, sebagaimana pernah berkembang pada masa Kesultanan Aceh,” kata Abi Sahal dalam sambutannya.
Selain Ketua Umum Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara, acara Pembukaan sekaligus peresmian Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II ini juga dihadiri oleh KDYMM Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah (Raja Kesultanan Daya – Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam), YAM Dr. Teuku Muhammad Nurdin, M.Ei, Dzurriyat (Waris Keturunan) Sultan Peureulak, YM.Teuku Raja Amri ( Raja Kuala Batee), YM.Teuku Rizasyah Mahmudi (Waris Kerajaan Cunda), Teuku Raja Nasruddin (Raja Tanah Nata).
Muzakarah ini mengusung tema “Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat”.
Acara tersebut dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufiq, yang hadir mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutannya, Taufiq menyampaikan selamat datang kepada para ulama dan delegasi dari berbagai negara di Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.
Menurutnya, kehadiran para ulama menjadi kehormatan bagi Aceh. Dia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi keagamaan, tetapi juga menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Lembaga Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara YAM Dato’ Kiam Radja TG.Prof.DR (HC) Fekri Juliansyah atau yang biasa disapa Tuan Guru Fekri Juliansyah mengharapkan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ini juga sebagai perekat ukhuwah antara bangsa guna menyongsong kejayaan Islam kembali di penghujung akhir zaman ini.
“Semoga kegiatan ini sebagai perekat ukhuwah antara bangsa dan mengenalkan Bumi Serambi Mekkkah sebagai pusat Penyebaran Islam pertama di Asia Tenggara”, tambahnya. (Red/Fik)


