CNusantaranews|Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,591 triliun, meningkat 37,85% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,154 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong peningkatan laba tahun berjalan menjadi Rp320,08 miliar, atau naik 48,8% dari Rp215,04 miliar pada 2024. Perseroan juga mencatatkan peningkatan profitabilitas dengan Return on Assets (ROA) sebesar 22,51% dan Return on Equity (ROE) sebesar 34,45%, yang mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan modal perusahaan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp180 miliar atau Rp60 per saham. Nilai tersebut setara dengan 56,24% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025.
Direktur Utama PT Paramita Bangun Sarana Tbk, Vincentius Susanto, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek, menerapkan disiplin operasional, serta memperkuat tata kelola perusahaan.
“Pertumbuhan kinerja yang kami raih pada tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin dalam menjalankan strategi bisnis, pengelolaan risiko yang terukur, serta komitmen seluruh insan Perseroan dalam menjaga kualitas pelaksanaan proyek,” ujarnya.
Sepanjang 2025, PBSA juga memperkuat portofolio proyek strategis, termasuk pembangunan fasilitas industri seperti proyek Pulp & Paper di Sumatera Selatan serta proyek industri di Karawang, Jawa Barat. Proyek-proyek tersebut semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur pendukung sektor manufaktur.
Selain mencatatkan pertumbuhan operasional, PBSA juga meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan melalui perolehan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Perseroan juga terus mengembangkan anak usaha PT Plaza Paramita Sejahtera sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan.
Sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang, PBSA telah menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) pada Februari–Maret 2026 dengan nilai maksimal Rp100 miliar, yang seluruhnya didanai dari kas internal tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional.
Memasuki tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak sekitar Rp260 miliar. Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, efisiensi operasional, optimalisasi modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru dengan profil risiko yang terukur dan margin yang sehat.
Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, serta strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, PBSA optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia.
Reporter Sri Supraptiningsih

