Lumajang, CNN – Kodim 0821/Lumajang mulai menyerahkan armada operasional kepada desa-desa yang telah menyelesaikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 100 persen. Penyerahan dilakukan pada Rabu (29/4/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional penguatan ekonomi desa.
Armada yang diserahkan berupa mobil truk dan kendaraan roda tiga jenis tosa. Kendaraan ini diperuntukkan untuk mendukung kegiatan operasional KDKMP di masing-masing desa.
Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf. Tanuri mengatakan, penyerahan sarana dilakukan atas perintah langsung Dandim 0821/Lumajang.
“Untuk hari ini kami mendapat perintah dari Dandim 0821/Lumajang untuk penyerahan sarana pendukung Koperasi Merah Putih yang segera dibagikan. Bagi desa yang sudah selesai 100 persen, segera mengambil sarana yang ada seperti mobil truk dan mobil tosa roda tiga,” ujar Mayor Inf. Tanuri.
Saat ini terdapat sekitar 24 titik KDKMP di Kabupaten Lumajang yang telah selesai 100 persen dan siap menerima kendaraan operasional. Sementara desa yang belum menyelesaikan pembangunan masih menunggu proses lanjutan untuk pembagian armada.
Mayor Inf. Tanuri menegaskan bahwa kendaraan tersebut hanya boleh digunakan untuk kegiatan operasional Koperasi Merah Putih dan tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan pribadi.
“Kami sudah memberikan penekanan kepada kepala desa bahwa kendaraan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih ini tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun di luar kegiatan koperasi,” tegasnya.
Untuk memastikan penggunaan kendaraan sesuai peruntukan, Kodim 0821/Lumajang bersama pengurus KDKMP dan Babinsa akan melakukan pengawasan langsung. Armada juga diwajibkan diparkir di kantor KDKMP agar mudah dipantau dan diawasi.
Selain penyerahan kendaraan, Kodim 0821/Lumajang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mempercepat penyediaan lahan pembangunan KDKMP di desa-desa yang belum memiliki lokasi.
Mayor Inf. Tanuri menjelaskan, target pembangunan KDKMP di Kabupaten Lumajang mencapai 205 titik. Hingga kini baru 126 titik yang telah terbangun, sedangkan sekitar 85 titik lainnya masih terkendala lahan.
“Beberapa desa dan kelurahan tidak memiliki tanah kas desa sehingga masih dikoordinasikan kemungkinan penggunaan lahan milik dinas pendidikan, PU maupun perhutani,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah daerah, kecamatan maupun desa, dapat mendukung percepatan pembangunan KDKMP karena program tersebut merupakan program nasional untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi desa.
“Harapan kami mohon kerja samanya semua instansi agar segera membantu penyediaan lahan demi percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh desa,” pungkasnya.

Adapun 24 KDKMP yang telah selesai 100 persen dan menerima armada operasional adalah Desa Tempurejo, Kertowono, Kaliboto Lor, Grati, Bodang, Tempeh Lor, Denok, Sumberurip, Madurejo, Tempeh Kidul, Dorogowok, Karanganyar, Karanganom, Klakah, Sidomulyo, Pandanarum, Kandangan, Duren, Dawuhan Wetan, Dadapan, Jambekumbu, Munder, Banjarwaru, dan Pasrujambe.

