JAKARTA, cnusantaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Badan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen strategis untuk mempercepat penurunan angka kasus Tuberkulosis (TBC) hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Sinergi ini ditujukan guna mencapai target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanuddin Ibrahim, saat menerima audiensi Ketua PPTI DKI Jakarta, dr. Jhon Marbun, di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (16/4/2026). Firmanuddin menyoroti tantangan khusus di Kecamatan Tambora yang menyumbang sekitar 40 persen total kasus TBC di Jakarta Barat akibat kepadatan penduduk yang ekstrem dan kondisi hunian yang tidak layak.
“Mengingat kompleksitas tersebut, kami menetapkan Tambora sebagai proyek percontohan (pilot project). Penanganan TBC di wilayah ini akan diintegrasikan secara langsung dengan program penataan kawasan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ujar Firmanuddin.

Untuk mengawal kesembuhan pasien, Pemkot Jakarta Barat mengoptimalkan peran “Pasukan Putih”, yaitu tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas kelurahan. Firmanuddin menginstruksikan para Camat dan Lurah untuk memastikan pasukan ini melakukan pengawasan minum obat secara ketat, sekaligus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
“Kami meminta PPTI memberikan edukasi mendalam kepada Pasukan Putih. Merekalah garda terdepan yang akan mengontrol kedisiplinan pengobatan pasien,” tegasnya.
Upaya ini melibatkan pendekatan lintas sektor atau “keroyokan” yang menggabungkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai dari Dinas Kesehatan, Pendidikan, hingga Kominfo. Firmanuddin optimistis langkah kolaboratif ini akan mendongkrak kesadaran masyarakat untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan, sehingga angka kasus dapat turun secara signifikan.
Sementara itu, Ketua PPTI DKI Jakarta, dr. Jhon Marbun, menyatakan kesiapan organisasinya sebagai mitra strategis pemerintah. Fokus utama PPTI adalah memperkuat jaringan kader hingga ke level terbawah untuk menelusuri kasus baru dan mencegah fenomena Loss to Follow Up (LTFU) atau pasien yang putus obat di tengah jalan.
“Kami akan melatih kader di Jakarta Barat untuk aktif melakukan penelusuran kasus dan memantau kontak erat di lingkungan rumah penderita. Target kami jelas: tidak ada lagi warga yang berhenti mengonsumsi obat sebelum sembuh dan angka kematian akibat TBC dapat ditekan drastis pada 2030,” pungkas dr. Jhon.
Penulis: RA


