Pekerjaan Jembatan DAM 8 Brabe Disorot, Ormas Pertanyakan Material dan Keselamatan Kerja

Pekerjaan Jembatan DAM 8 Brabe Disorot, Ormas Pertanyakan Material dan Keselamatan Kerja

Pekerjaan Jembatan DAM 8 Brabe Disorot, Ormas Pertanyakan Material dan Keselamatan Kerja

PROBOLINGGO,CNN — Pekerjaan di kawasan Jembatan DAM 8, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, mendapat sorotan dari Ormas Tapal Kuda Nusantara. Sorotan tersebut mencakup penggunaan material, metode pekerjaan, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Senin, 21/08/2026 .

Ormas Tapal Kuda Nusantara menyayangkan kondisi pekerjaan yang berada di lokasi dengan tingkat risiko cukup tinggi. Terlebih, pekerjaan dilakukan di atas jembatan dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai kurang lebih 20 meter.

H. Abdullah, yang diketahui sebagai penghuni rumah adat DAM 8 dan hampir setiap hari memantau perkembangan pekerjaan di lokasi, turut menjadi perhatian dalam persoalan tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan Ormas Tapal Kuda Nusantara, sebelumnya terdapat material besi C yang disebut merupakan bagian dari peninggalan era Belanda. Besi tersebut dinilai memiliki ketebalan dan kekuatan yang cukup baik.

Namun, dalam pekerjaan saat ini, material tersebut disebut telah diganti dengan besi L atau besi siku. Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan dari masyarakat maupun Ormas Tapal Kuda Nusantara mengenai spesifikasi, ketebalan, serta kualitas material yang digunakan.

“Kalau memang material sebelumnya masih memenuhi dan memiliki kualitas yang baik, tentu harus ada penjelasan mengapa kemudian diganti dengan besi L atau siku. Kami hanya ingin memastikan bahwa material yang digunakan benar-benar sesuai spesifikasi dan mampu menjamin kekuatan konstruksi,” ujar perwakilan Ormas Tapal Kuda Nusantara.

Selain persoalan material, metode pengecoran Tembok Penahan Tanah (TPT) juga menjadi sorotan. Pengecoran disebut dilakukan menggunakan tenaga manual, bukan menggunakan mesin molen sebagaimana yang dipertanyakan oleh pihak ormas.

Menurut mereka, metode pelaksanaan pekerjaan perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kualitas hasil pekerjaan dan standar teknis konstruksi.

Sorotan lainnya menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ormas Tapal Kuda Nusantara menilai aspek keselamatan pekerja harus menjadi perhatian serius mengingat pekerjaan berada di lokasi dengan ketinggian dan kedalaman yang cukup berisiko.

“Lokasinya berada di atas jembatan dan di bawahnya memiliki kedalaman kurang lebih 20 meter. Karena itu, keselamatan pekerja jangan sampai diabaikan. Penggunaan alat pelindung diri dan penerapan standar K3 harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Ormas Tapal Kuda Nusantara menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan. Sebaliknya, mereka meminta agar setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah dilaksanakan secara transparan, sesuai spesifikasi teknis, serta mengutamakan kualitas dan keselamatan.

Mereka juga meminta pihak terkait melakukan pengecekan terhadap material yang digunakan, metode pelaksanaan pengecoran, serta penerapan K3 di lapangan.

Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, pihak pelaksana diharapkan segera melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami mendukung pembangunan, tetapi kualitas pekerjaan, kesesuaian material dan keselamatan tidak boleh diabaikan. Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan dan spesifikasi, silakan dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *