
MURATARA –CNN, Dugaan pencemaran udara berupa bau menyengat yang diduga berasal dari sisa operasional PT Kirana Windu kembali menjadi keluhan warga. Bau tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar maupun pengendara yang melintasi Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Perusahaan yang dikenal sebagai produsen karet remah (crumb rubber) dan menyatakan memiliki komitmen terhadap tanggung jawab sosial serta lingkungan ini justru mendapat sorotan karena aroma menyengat yang diduga muncul saat aktivitas produksi berlangsung.
Salah seorang warga berinisial N (45) menyampaikan keluhannya. Menurutnya, gangguan tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baunya sangat menyengat. Bukan hanya warga sekitar yang terganggu, tapi juga pengendara yang lewat. Kami berharap ada tindakan nyata supaya lingkungan tidak terus tercemar,” ujar N.
Warga menyebut bau tersebut kerap tercium pada jam-jam tertentu saat pabrik beroperasi. Mereka pun mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap kualitas lingkungan maupun kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Atas kondisi itu, warga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muratara, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait segera turun ke lapangan. Warga berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber bau dan menguji apakah operasional perusahaan telah memenuhi baku mutu lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila terbukti terjadi pencemaran, masyarakat meminta pemerintah tidak sekadar memberikan teguran, melainkan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum demi menjamin hak warga atas lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Kirana Windu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan sesuai amanat Undang-Undang Pers demi pemberitaan yang berimbang dan objektif.

