CNusantaranews.com | Klapanunggal, Bogor – Ratusan pengemudi angkot jalur Cibinong-Cileungsi (64) geruduk proyek pembangunan infrastruktur jembatan Wijaya Karya (WIKA), pada hari Sabtu, (23)05/2026).
Sejumlah komunitas angkot tergabung untuk memberikan aspirasinya mengenai nasib penghasilan mereka sehari-hari karena adanya pembangunan infrastruktur jembatan Wika.

Komunitas yang menamakan Sexy, Drt, Pontak, Monster, Jedak, Maytrip, Magerday, bersatu dalam satu komando menyampaikan aspirasinya.
Salah satu perwakilan komunitas Anton menyampaikan aspirasinya bahwa semua pengemudi angkot jalur 64 mendukung langkah pemerintah dalam membangun infrastruktur jembatan Wika, akan tetapi harus memikirkan bagaimana solusi bagi kami sopir angkot agar bisa tetap menjalankan mobil angkot yang jadi tulang punggung keluarga sehari-hari.
” Adapun kami perwakilan dari pengemudi angkot jalur 64 dukung pemerintah dalam membangun infrastruktur jembatan Wika, tetapi kami memohon dari pihak Dishub, PUPR, UPTD agar bisa memberikan solusi alternatif jalur yang terputus akibat pembangunan infrastruktur jembatan,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi dari perwakilan Dishub Adi Maryadi juga menegaskan aspirasi dari komunitas pengemudi angkot akan disampaikan kepada pimpinan Dinas Perhubungan, PUPR dan Instansi terkait.
” Alhamdulillah berjalan dengan kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, aspirasi kami terima untuk kami sampaikan ke pimpinan Dinas Perhubungan, PUPR dan Instansi terkait, mohon doanya agar bisa cepat mencari solusi yang terbaik,” ucap Adi.
Harapannya kedepan bisa mencari solusi yang terbaik agar tidak merugikan masyarakat yang terkena imbas perbaikan jembatan, serta adanya alternatif jembatan penyeberangan bagi pengendara motor dan pejalan kaki dari arah gunung putri maupun sebaliknya.
(CNN/AY)

