Lurah Pasar Surulangun Gandeng Media Tingkatkan PAD Kelurahan
Muratara,CNN – Upaya meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahan terus dilakukan melalui pengelolaan keuangan yang lebih mandiri. Fokus utama adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kelurahan.
Lurah Pasar Surulangun kecamatan rawas ulu kabupaten musi rawas utara sum- sel, Irsan Susanto, menyatakan pihaknya terus melakukan berbagai terobosan untuk menggali potensi pendapatan daerah. Mulai dari retribusi pelayanan, pengelolaan aset kelurahan, hingga sumber pendapatan sah lainnya.
“Dengan PAD yang meningkat, kelurahan akan memiliki dana mandiri yang cukup untuk membiayai program pembangunan dan kegiatan sosial. Kami tidak ingin terus bergantung pada bantuan pusat atau daerah,” ujar Irsan Susanto, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, PAD yang kuat akan membuat kelurahan lebih cepat dan fleksibel dalam menjawab kebutuhan warga, seperti perbaikan fasilitas umum, kebersihan lingkungan, hingga bantuan sosial.
Irsan juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. “Setiap rupiah harus digunakan dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sinergi dengan Media Jadi Pilar Penting
Untuk mendukung program tersebut, Kelurahan Pasar Surulangun menjalin sinergi yang kuat dengan insan media. Media dianggap sebagai mitra strategis dalam dua hal utama:
Edukasi dan Sosialisasi
Media membantu menyampaikan informasi program kelurahan kepada masyarakat agar lebih dipahami dan mendapat dukungan luas.
Pengawasan dan Publikasi
Media turut mengawasi penggunaan anggaran agar tepat sasaran, sekaligus mempublikasikan capaian-capaian positif sehingga meningkatkan kepercayaan dan kebanggaan warga.
Kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan media ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pembangunan. Dengan PAD yang semakin optimal dan komunikasi publik yang baik, Kelurahan Pasar Surulangun siap menjadi wilayah yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri.
“Sinergi Lurah dan Media bukan hanya soal uang, tapi juga membangun kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkas Irsan Susant

