Palembang, CNN – Pengalaman makan malam yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk bagi pelanggan bernama KEY ketika bersantap di rumah makan Sambal Seruit The Sultan TGM Jakabaring pada Jumat (26/12/2025) sekira pukul 19.05. Hidangan bebek seruit yang menjadi salah satu menu utama ternyata dalam kondisi sangat tidak layak dikonsumsi, dengan sebagian besar hingga 60 persen bagian daging dan kulitnya gosong hangus terbakar hingga kecoklatan gelap.
KEY yang bersama teman-temannya telah memesan paket yang mencakup 2 ayam seruit, 1 bebek seruit, minuman, serta beberapa menu tambahan, langsung menyadari kondisi buruk hidangan bebek saat pertama kali dihidangkan. Tanpa berlama-lama, dia segera mengajukan komplain kepada petugas pelayanan dengan harapan mendapatkan solusi cepat.

Pelayanan yang menjanjikan akan mengganti bebek seruit dengan yang baru. Namun, harapan itu sirna setelah KEY dan teman-temannya menunggu selama kurang lebih 15 menit tanpa ada tanda-tanda hidangan pengganti datang. Bahkan ketika salah satu teman KEY berusaha memanggil pelayan untuk meminta penjelasan dan kecepatan, para petugas tampak tidak ingin menghampiri dan malah saling melempar tanggung jawab untuk menangani keluhan tersebut.
Kondisi ini membuat emosi KEY memuncak total. Dia merasa benar-benar diabaikan dan tidak diperhatikan sebagai pelanggan yang telah mengkomplain menu yang disajikan tersebut tidak layak.
Saat KEY mencoba mendatangi pelayan yang ada di ruang menu dan menanyakan Bebek seruit pengganti justru pelayan yang ada saling bertanya pesanan yang mana yang tiba-tiba pelayan didepan KEY mengatakan ini bebeknya yang dimana bebek pengganti tersebut telah tersedia namun belum jua dihantarkan ke meja pelanggan.
Disitulah KEY mulai memuncak emosinya, karena dianggap pelayan lamban dalam menangani komplain pelanggan. KEY mengatakan “Tidak Perlu lagi Bebek Seruit pengganti, karena nasi yang disediakan sudah habis dan teman-temannya sudah selesai makan”. Ucap KEY.
Kemudian KEY menanyakan siapa yang bertanggung jawab disini atau pemiliknya. Seorang perempuan berhijab didepan KEY mengatakan, ” Ada apa, kalau begitu bebek seruit tidak usah dihitungkan, namun dengan memberikan nota pembayaran yang telah berisikan total tetap memasukkan tagihan bebek seruit.”. Tapi KEY tetap membayar tagihan sesuai dengan nominal tmyang tertera dan segera meninggalkan Rumah Makan tersebut.
Namun justru disayangkan, alih-alih meminta maaf dengan salah seorang teman KEY dan mencari solusi yang memuaskan, pemilik tersebut malah menyebutkan bahwa keluhan mengenai bebek gosong itu hanyalah “hal kecil yang tidak perlu dipermasalahkan.
Kekurangan yang mencolok dalam kontrol kualitas produk dan sistem pelayanan yang tidak profesional ini menjadi titik berat yang bisa sangat merusak citra dan kepercayaan pelanggan terhadap rumah makan yang satu ini. (key)


