Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

  Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…
Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling   BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam.   Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya.   “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah.   Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan.   “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono.   Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung.   “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin.   Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat.   Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa.   Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.  Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN – Suasana penuh kekhidmatan, kebahagiaan, dan semangat berbagi menyelimuti halaman Masjid Istiqomah, Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (26/05/2026). Ratusan jemaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, hari raya yang memuliakan nilai pengorbanan, ketaatan, dan persaudaraan sesama umat Islam. Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan yang meneguhkan makna mendasar peringatan Idul Adha. Sebagai pembicara pertama, Darwin Nawawi selaku Pengurus Masjid Istiqomah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan tertib dan aman. Ia mengingatkan jemaah bahwa keberadaan masjid adalah pusat persatuan dan sarana memperkuat iman, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS yang mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas segalanya. “Idul Adha bukan hanya hari berkumpul dan berpakaian rapi, tetapi hari di mana kita diingatkan untuk berani berkorban, baik itu mengorbankan harta, waktu, maupun keinginan diri sendiri demi kebaikan bersama dan keridhaan Allah SWT,” ujar Darwin Nawawi di hadapan jemaah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Petaling, Rudi Hartono (Kepala Dusun 2). Dalam pesannya, ia mengapresiasi kekompakan warga dan pihak pengurus masjid dalam menyelenggarakan ibadah besar ini. Menurutnya, semangat kurban harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling tolong-menolong, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarwarga tanpa memandang perbedaan. “Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan yang membangun persatuan ini. Semoga semangat berbagi yang diajarkan Idul Adha menjadikan Desa Petaling semakin damai, aman, dan sejahtera,” tegas Rudi Hartono. Pembicara ketiga, Nazarudin selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat, menekankan makna mendalam Idul Adha sebagai Hari Raya Haji dan Kurban. Ia mengajak seluruh jemaah meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang patuh dan pasrah sepenuhnya kepada perintah Allah. Menurutnya, pengorbanan sejati tercermin ketika kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang beruntung. “Kurban adalah bukti ketakwaan. Daging dan darah hewan kurban tidak sampai kepada Allah, namun yang sampai adalah ketakwaan kita. Mari jadikan momen ini titik tolak untuk semakin peduli pada sesama dan berbakti pada agama serta bangsa,” pesan Nazarudin. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara inti dilaksanakan. Shalat Idul Adha dipimpin langsung oleh Darwin Nawawi sebagai Imam, yang diikuti dengan khutbah yang disampaikan oleh Mihardi Sapri. Dalam khutbahnya, Mihardi Sapri menguraikan secara rinci kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS, makna ibadah haji, serta esensi berkurban sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, suasana haru dan hangat terlihat jelas saat seluruh jemaah bersalaman, bersilaturahmi, dan saling bermaaf-maafan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Desa Petaling, nilai persaudaraan dan persatuan tetap terjaga kokoh di bawah naungan iman dan takwa. Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqomah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai, membawa pesan kuat: bahwa Idul Adha adalah momentum untuk terus berbakti, berkorban, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Pewarta Nazarudin

Semangat Pengorbanan dan Persatuan Menyala di Shalat Idul Adha Masjid Istiqomah Desa Petaling BANYUASIN –…

Polres Banyuasin Gelar Apel Pagi, Kapolres Ajak Personel Tingkatkan Kewaspadaan dan Jauhi Narkoba _*Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel*_ *Banyuasin* – Polres Banyuasin menggelar apel pagi rutin yang dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Banyuasin pada Senin pagi (25/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu diikuti oleh seluruh personel Polres Banyuasin. Apel diawali dengan menyanyikan lagu Mars Polri dan Mars Polda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Tribrata, Catur Prasetya, serta Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Suasana khidmat menyelimuti jalannya apel yang bertujuan membangun kedisiplinan dan soliditas personel. Dalam arahannya, Kapolres Banyuasin menyampaikan sejumlah poin penting. Pertama, beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan pelaksanaan apel pagi yang berlangsung tertib. Kedua, Kapolres Banyuasin secara tegas mengingatkan seluruh personel untuk menghindari segala bentuk pelanggaran, khususnya penyalahgunaan narkoba. “Jauhi narkoba, karena itu merusak masa depan dan institusi kita,” tegasnya. Kapolres menyoroti situasi global terkait ketegangan di Selat Hormuz. Ia memerintahkan seluruh personel Polres Banyuasin agar siaga menghadapi potensi dampak politik dan dinamika yang mungkin terjadi di wilayah Banyuasin. “Kita harus siap. Tingkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap isu-isu yang berkembang, baik di tingkat lokal maupun global,” ujarnya. Terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Kapolres memerintahkan agar patroli rutin digencarkan, baik personel berseragam maupun tidak berseragam . Hal ini sebagai langkah antisipasi dini terhadap gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Banyuasin. Pelaksanaan apel pagi ini berhasil meningkatkan kedisiplinan personel, melatih ketepatan waktu, serta menjadi sarana pengecekan kesiapan dan penyampaian arahan strategis pimpinan sebelum bertugas melayani masyarakat. Selain itu, apel juga menumbuhkan rasa tanggung jawab individu di setiap anggota. Kapolres juga menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pembinaan personel, Ia berharap arahan yang diberikan dapat diamalkan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan apel pagi personel Polres Banyuasin berjalan aman, tertib, dan lancar. “Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini membawa keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Kapolres.

  Polres Banyuasin Gelar Apel Pagi, Kapolres Ajak Personel Tingkatkan Kewaspadaan dan Jauhi Narkoba _*Humas…