Lumajang,CNN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Sunan Kalijogo, Desa Tujung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, menuai sorotan publik. Pasalnya, paket MBG kering yang dibagikan pada Sabtu dinilai jauh dari standar kualitas, meski secara hitungan gizi dinyatakan memenuhi unsur minimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, paket MBG kering tersebut hanya berisi satu buah pisang, dua butir telur rebus, roti serta kacang, tanpa disertai susu maupun tambahan sumber gizi lain yang lazim terdapat dalam paket MBG. Jika dihitung secara kasar, nilai ekonomi paket tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp5.000 per porsi.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat harga satu porsi MBG sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) ditetapkan sebesar Rp10.000. Selisih nilai tersebut memicu dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran.
Memenuhi Gizi, Namun Dipertanyakan Kualitas
Sejumlah pihak menilai, meskipun menu tersebut secara teori dapat memenuhi unsur gizi dasar—protein dari telur dan karbohidrat dari pisang—namun dari sisi kualitas menu, variasi, dan kelayakan sajian, paket MBG kering tersebut dinilai sangat minim dan tidak mencerminkan semangat program nasional peningkatan gizi.
“Kalau hanya dilihat dari tabel gizi mungkin lolos, tapi dari segi kualitas dan kepantasan menu untuk anak-anak, ini sangat memprihatinkan,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Lumajang.
LP-KPK Akan Tempuh Jalur Hukum
Ketua LP-KPK Lumajang, Dodik, secara tegas menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia menilai terdapat indikasi kuat penyimpangan anggaran dalam penyediaan menu MBG kering tersebut.
> “Aturannya jelas, satu porsi MBG nilainya Rp10.000. Kalau yang disajikan nilainya hanya sekitar Rp5.000, maka selisihnya ke mana? Ini patut diduga sebagai bentuk korupsi menu,” tegas Dodik.
Ia menambahkan, pihaknya tengah mengumpulkan data dan bukti pendukung untuk segera melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait, termasuk BGN dan inspektorat.
Perlu Evaluasi Menyeluruh
Kasus ini menambah daftar persoalan dalam implementasi program MBG di daerah. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan kualitas layanan, agar program strategis nasional ini tidak menyimpang dari tujuan utamanya: meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPPG Sunan Kalijogo maupun pihak terkait mengenai sorotan dan dugaan tersebut.


