Polsek Randuagung Jagong Santai Dengan Para Petani Mantabkan Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Polsek Randuagung Jagong Santai Dengan Para Petani Mantabkan Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Lumajang, CNN–Negara Republik Indonesia saat ini mendapatkan amanah untuk mengawal para petani mencapai program ketahanan pangan.
Untuk mendukung hal tersebut Kepolisian Sektor (Polsek) Randuagung Polres Lumajang, menggagas program “jagong tani” dengan kegiatan ini diharapkan antara para petani dengan anggota polri yang ada dilapangan terjadi sambung rasa secara aktif, tujuannya agar program ketahanan pangan ini bisa berjalan sesuai keinginan petani.

Hari ini Kanit Binmas Polsek Randuagung, AIPDA Dody suryadiawan bersama Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur melakukan giat “Jagong Tani” dengan pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Salak, dalam kesempatan ini maswan selalu pengurus KTH menyampaikan beberapa kendala yang ada dilapangan yang harus di carikan solusi secepatnya, kami disini sangat sempit akses pemasaran utamanya pisang mas, saat ini satu Tundun dihargai hanya 5 hingga 10 ribu ini sangat tidak layak bagi petani, kami berharap dapatnya di carikan solusi lebih lanjut, potensi KTH kami sangat banyak yaitu tanaman jagung, cabe gunung, cabe jamu, alpukad, durian, kapulogo, kayu manis dan nangka, kedepan kami siap bersinergi dengan pihak POLRI.

Sementara itu AIPDA Dody Suryadiawan menyampaikan keluhan para petani akan kami inventarisir untuk kita data secara detail dan akan kami sampaikan pada atasan, dan perlu diperhatikan bahwa tugas kami selaku aparatur penegak hukum tidak hanya untuk menangani proses hukum saja, akan tetapi kita bersinergi dengan masyarakat dalam segala hal, komunikasi seperti sangat membantu tugas kami kedepan.

Sementara itu ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Propinsi Jawa Timur, Iskhak Subagio menyampaikan potensi para petani di lereng gunung lamongan ini sangat besar, keterbatasan akses di beberapa hal sangat berpengaruh pada petani, kedepan perlu adanya rumah kemasan, sehingga para petani di edikusi cara memproduksi sesuai dengan kondisi pasar, proses griding dan pasca panen akan mendorong peningkatan penghasilan petani.

 

(M.HADI)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *