CNusantaranews .com | Jakarta – Maraknya praktik percaloan masih banyak ditemukan di Terminal Kampung Rambutan Jakarta . Sejumlah calon penumpang mengaku menjadi korban calo yang mengarahkan mereka ke agen bus yang tidak sesuai dengan tujuan awal, Kamis (04/12/2025).
Penumpang berinisial H dan HS menceritakan bahwa mereka bermaksud membeli tiket MTrans untuk keberangkatan menuju Surabaya. Saat menuju loket resmi, mereka dicegat oleh beberapa calo yang mengarahkan mereka ke sebuah pusat agen yang diklaim sebagai bagian dari MTrans.
Namun, setelah proses pembelian, keduanya justru menerbitkan tiket dari agen non-MTrans. Calo berdalih bahwa tiket tersebut “sama saja”, meski setelah dicek, tiket tersebut tidak sesuai dengan tiket MTrans yang biasa mereka beli.
Menurut keterangan penumpang, kesalahan tersebut berasal bukan dari pihak agen, melainkan dari para calo yang mengarahkan penumpang secara tidak tepat demi memperoleh keuntungan pribadi.
Ketika H dan HS meminta penjelasan serta pengembalian dana, pihak agen akhirnya mengembalikan uang senilai Rp800.000 untuk dua tiket. Padahal sebelumnya mereka membayar Rp900.000. Sebesar Rp100.000 diduga telah diambil oleh para calo yang kemudian langsung meninggalkan lokasi saat dimintai pertanggungjawaban.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas keamanan dan mengizinkan proses penjualan beli tiket di terminal. Penumpang berharap agar sesama agen dapat lebih kooperatif, memberikan informasi yang benar, serta tidak sembarangan menerima calon penumpang yang diarahkan oleh calo.
Kami berharap dari pihak Dinas perhubungan DKI Jakarta dan Polsek setempat menangani masalah yang terjadi di Terminal. Para calon penumpang banyak yang dirugikan, padahal dari tiket pembelian itu sudah ada kerjasama antara pengusaha angkutan umum, Dinas Perhubungan serta Jasa Raharja.
Masyarakat juga meminta pihak terkait di Terminal Kampung Rambutan untuk segera menertibkan praktik percaloan, memberikan edukasi kepada pihak agen, dan memperketat aturan agar kejadian serupa tidak terus terulang.
(CNN/AY)


