Petisi Guru dan Karyawan SMAN 1 Tanggul Jember: Desakan Pencopotan Kepala Sekolah Menguat

Petisi Guru dan Karyawan SMAN 1 Tanggul Jember: Desakan Pencopotan Kepala Sekolah Menguat

Surabaya , CNN — Puluhan guru dan karyawan SMA Negeri 1 Tanggul, Kabupaten Jember, menyuarakan ketidakpuasan atas kepemimpinan Kepala Sekolah Martha Mila Sugesti melalui sebuah petisi resmi yang disusun pada 27 November 2025. Petisi tersebut memuat keberatan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “kesalahan dan kebijakan yang tidak berpihak pada iklim kerja yang sehat”.

Berdasarkan dokumen yang diterima Kompas, sebanyak 54 guru dan karyawan menandatangani petisi tersebut sebagai bentuk protes. Mereka menilai gaya kepemimpinan kepala sekolah cenderung menimbulkan tekanan psikologis dan suasana kerja yang tidak kondusif.

Petisi itu memuat tujuh poin keberatan, sebagaimana berikut:
1. Kepala sekolah diduga sering mengintimidasi guru dan karyawan dengan bahasa ancaman dan ucapan kasar.
2. Guru dan karyawan mengaku kerap ditekan secara psikologis tanpa alasan jelas, termasuk ancaman mutasi.
3. Pemberian beban kerja dinilai sering tidak sesuai tupoksi maupun jabatan, serta dianggap tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
4. Dugaan keterlibatan guru dan karyawan dalam urusan pribadi kepala sekolah, termasuk pembersihan rumah pribadi.
5. Dugaan praktik KKN dalam penerimaan pegawai atau karyawan, termasuk tudingan pemalsuan tanda tangan berlaku mundur untuk kepentingan keluarga kepala sekolah.
6. Guru dan karyawan mengaku sering dimarahi di depan umum tanpa penjelasan dan bukti yang jelas.
7. Dugaan sejumlah program sekolah tidak dijalankan sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan.

Para guru menyebut bahwa kondisi tersebut sudah menimbulkan keresahan dan gangguan terhadap kenyamanan bekerja.

Seruan Mundur dari Jabatan

Perwakilan guru, Ahmad, ketika dikonfirmasi pada 28 November 2025, menegaskan bahwa seluruh guru dan karyawan telah bersepakat mendesak kepala sekolah mundur.

“Bu Martha sangat arogan, sering mengancam guru dan berkata kasar, bahkan memarahi guru di depan umum. Semua guru sudah tanda tangan dan sepakat meminta Kacabdin Wilayah Jember serta Kepala Dinas Pendidikan mengambil tindakan tegas,” ujar Ahmad.

Ia mengatakan bahwa apabila tidak ada tindak lanjut, para guru akan melaporkan persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Guru lainnya, Budi, juga menyampaikan keberatannya. Menurut dia, sejumlah kebijakan kepala sekolah dinilai terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan dinamika pembelajaran di sekolah.

“Banyak aturan dibuat tanpa komunikasi, terlalu kaku, dan sering berubah-ubah. Situasi ini membuat kami kesulitan bekerja dan berdampak pada kenyamanan seluruh guru,” ujar Budi.

Menunggu Tanggapan Resmi

Hingga laporan ini dibuat, Kepala SMA Negeri 1 Tanggul, Martha Mila Sugesti, belum memberikan komentar resmi atas petisi tersebut. Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember juga belum mengeluarkan pernyataan mengenai langkah evaluasi atau tindak lanjut atas laporan para guru.

(M.HADI)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *